ANALISIS SEMIOTIKA DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT
MAKALAH
PENGANTAR PERIKLANAN
IKLAN
LAYANAN MASYARAKAT “CEGAH STUNTING PADA ANAK”
Dosen
Pengampu :
Nasaruddin
Siregar, Drs
Disusun
Oleh :
Sayyidah
Fatma Azzahra (202310415263)
1A5
UNIVERSITAS
BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
FAKULTAS
ILMU KOMUNIKASI
2023
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak
balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak
terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam
kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru
nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Balita pendek (stunted) dan sangat penting
(severety stunted) adalah balita dengan panjang badan (PB/U) dan tinggi badan
(TB/U) menurut umurnya dibandingkan dengan standar baku WHO-MGRS tahun 2006. Stunting
menjadi salah satu masalah kesehatan Di Indonesia. Saat ini, Indonesia merupakan
peringkat ke lima kejadian stunting pada balita di dunia. Di Indonesia, stunting
disebut kerdil, artinya ada gangguan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan otak
pada anak. Stunting yang bercirikan tinggi yang tidak sesuai dengan usia
anak, merupakan gangguan kronis masalah gizi. Anak stunting dapat terjadi dalam
1000 hari pertama kelahiran dan dipengaruhi banyak faktor, Masa balita
merupakan periode yang sangat peka terhadap lingkungan sehingga diperlukan
perhatian lebih terutama kecukupan gizi nya (Kurniasih, 2010). Masalah gizi
terutama stunting pada balita dapat menghambat perkembangan anak, dengan
dampak negative yang akan berlangsung dalam kehidupan selanjutnya seperti
penurunan intelektual, rentan terhadap penyakit tidak menular, penurunan
produktivitas hingga menyebabkan berat lahir rendah (UNICEF, 2012; dan WHO,
2010). Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi keadaan Kesehatan dan
perkembangan janin. Gangguan pertumbuhan dalam kandungan dapat menyebabkan
berat lahir rendah (WHO, 2014). Penelitian di Nepal menunjukkan bahwa bayi
dengan berat lahir rendah memiliki resiko lebih tinggi untuk menjadi Stunting
(Paudel, et al.,2012). Panjang lahir bayi juga berhubungan dengan
kejadian Stunting. Penelitian di Kendal menunjukkan bahwa bayi dengan
Panjang lahir pendek berisiko tinggi terhadap kejadian Stunting pada
balita (Meilyasari dan Isnawati, 2014). Factor lain yang berhubungan dengan Stunting
adalah asupan ASI eksklusif pada balita yang harus diberikkan selama 6
bulan. Status social ekonomi keluarga seperti pendapatan keluarga, Pendidikan
orang tua, pengetahuan ibu tentang gizi, dan jumlah anggota keluarga secara
tidak langsung dapat berhubungan dengan kejadian Stunting.
iklan sebagai media edukasi, merupakan
salah satu media komunikasi efektif untuk menyampaikan pesan pada masyarakat.
Iklan dapat digunakan untuk mengedukasi tentang berbagai hal, termasuk tentang
pentingnya pencegahan stunting. Iklan pencegahan stunting dapat dibuat dengan
berbagai cara, baik secara visual maupun audio visual. Iklan visual dapat
berupa poster, banner, atau spanduk. Sedangkan iklan audio visual dapat berupa
iklan
televisi, radio, ataupun digital. Iklan
pencegahan stunting yang efektif harus memiliki pesan yang jelas dan mudah
dipahami masyarakat. Alasan saya memilih iklan pencegahan stunting pada anak
adalah, stunting merupakan masalah Kesehatan yang serius yang berdampak jangka
Panjang pada anak. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan
asupan gizi seimbang di 1000 hari pertama kehidupan anak. Iklan merupakan media
komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Saya
berharap makalah ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat
pentingnya pencegahan stunting pada anak.
BAB II
LANDASAN TEORI
Iklan merupakan bagian dari komunikasi
karena pada dasarnya iklan merupakan proses penyampaian pesan. Pesan tersebut
berisi informasi tentang suatu produk baik barang maupun jasa. Iklan disampaikan
secara persuasi dan bertujuan untuk memengaruhi khalayak. Maka, biasanya iklan
disampaikan melalui media massa baik cetak maupun elektronik agar dapat
diterima oleh khalayak luas secara serempak. Dapat dikatakan pula iklan
merupakan jenis komunikasi nonpersonal, senada dengan beberapa definisi iklan
berikut ini.
1.
Iklan
adalah komunikasi komersial dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan
produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media
yang bersifat massal, seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail,
reklame luar ruang, atau kendaraan umum (Lee dan Johnson, 2007: 3).
2.
Iklan
adalah salah satu bentuk komunikasi yang terdiri atas informasi dan gagasan
tentang suatu produk yang ditujukan kepada khalayak secara serempak agar
memperoleh sambutan baik, iklan berusaha untuk memberikan informasi, membujuk
dan meyakinkan (Sudiana, 1986: 1).
3.
Banyak
jenis iklan yang masing-masing memiliki karakter tersendiri. Sebuah iklan
memerlukan ide-ide dan konsep kreatif agat pesan persuasif tersebut dapat
diterima khalayak. Dalam produksi iklan, ada perhatian yang obsesif dan hasrat
untuk membuat setiap detail terlihat benar dan real. Proses produksi iklan
selalu diwarnai dengan tipifikasi dan idealisasi. Menurut Marchand, tidak ada
iklan yang ingin menangkap kehidupan seperti apa adanya, tetapi selalu ada
maksud untuk memotret ideal-ideal sosial, dan merepresentasikan sebagai sesuatu
yang normatif, seperti kebahagiaan, kepuasan (Noviani, 2002: 58).
Dapat juga dikatakan bahwa iklan
merupakan salah satu bentuk komunikasi massa yang tidak hanya berfungsi sebagai
sarana promosi untuk menawarkan barang dan jasa saja, tetapi mengalami
perluasan fungsi, yaitu menjadi alat untuk menanamkan makna simbolik melalui
bahasa dan visualisasi dalam pesan iklan. Sesuai dengan karakternya, iklan
merupakan potret realitas yang ada di masyarakat sehingga dapat menyebarkan
nilai-nilai sosial, budaya, politik, dan sebagainya.
Iklan merupakan bentuk setiap komunikasi
yang dimaksudkan untuk memotivasi seorang pembeli potensial dan mempromosikan
penjual suatu produk atau jasa, untuk mempengaruhi pendapat public, memenangkan
dukungan public untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan pemasang
iklan. Pengertian iklan :
1.
Iklan
dapat diartikan sebagai berita pesanan (untuk mendorong, membujuk) kepada
khalayak/orang ramai tentang suatu benda atau jasa yang ditawarkan.
2.
Iklan
dapat pula diartikan sebagai pemberitahuan kepada khalayak/orang ramai mengenai
barang atau jasa yang dijual dan dipasang di dalam media massa.
Dari pengertian iklan tersebut dapat
disimpulkan bahwa iklan dibuat dengan tujuan untuk menarik perhatian dan
mendorong atau membujuk pembaca iklan agar memiliki atau memenuhi permintaan
pemasang iklan. Pada dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan
komunikator dalam hal ini perusahaan atau produsen untuk menyampaikan informasi
tentang barang atau jasa kepada public, khususnya pelanggannya melalui suatu
media massa. Selain itu, semua iklan dibuat dengan tujuan yang sama yaitu untuk
memberi informasi dan membujuk para konsumen untuk mencoba atau mengikuti apa
yang ada di iklan tersebut. Jika dilihat dari artinya, iklan berbedab dengan
periklanan, dimana iklan adalah sebagai pesan yang disampaikan kepada konsumen
baik secara lisan maupun tulisan.
B. Pengertian Periklanan
Pengertian/definisi periklanan menurut
beberapa ahli, sebagai berikut:
1.
Menurut Monle Lee dan Carla Johnson (2004).
Periklanan
adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya
yang ditransaksikan ke suatu khalayak target melalui media bersifat massal
seperti televisi, radio, koran (surat kabar), majalah, direct mail (pengeposan
langsung), reklame luar ruangan, atau kendaraan umum.
2.
Menurut
Philip Kotler (2008).
Periklanan
adalah semua bentuk terbayar dari presentasi nonpribadi dan promosi ide,
barang, atau jasa oleh sponsor tertentu.
Kegiatan-kegiatan periklanan memang bisa
menelan biaya yang sangat mahal, namun selama itu didasarkan pada tujuan dan
perhitungan yang serba jelas semuanya bisa dibenarkan. Yang penting, semua
kegiatan itu tetap efektif dan ekonomis, dalam pengertian dapat mencapai
sasaran dan tetap menjamin keuntungan perusahaan. sebuah periklanan baru bisa
dikatakan baik jika. semuanya terencana dan terselenggara sedemikian rupa
sehingga dapat mencapai hasil-hasil yang diharapkan. Tujuan periklanan menurut
Kotler dan Armstrong (2008 :151), dalam buku prinsip-prinsip pemasaran adalah
tugas komunikasi spesifik yang dicapai dengan pemirsa sasaran tertentu selama
periode waktu tertentu, dan selanjutnya akan dijelaskan fungsi-fungsi dari
periklanan sebagai berikut :
Definisi hanya memberikan sebuah bahasa
umum untuk mengembangkan pemahaman tentang periklanan. Efek periklanan pada
sebuah organisasi bisa jadi dramatik dan juga perlu di eksplorasi. Berikut
fungsi-fungsi dari periklanan menurut Monle Lee dan Carla Johnson (2004:10):
1.
Periklanan
menjalankan sebuah fungsi "informasi", yang mengomunikasikan
informasi produk, ciri-ciri, dan lokasi penjualannya, yang memberitahu konsumen
tentang produk- produk baru.
2.
Periklanan
menjalankan sebuah fungsi "persuasif, yang mencoba membujuk para konsumen
untuk membeli merek-merek tertentu atau mengubah sikap mereka terhadap produk
atau perusahaan tersebut. Periklanan menjalankan sebuah fungsi
"pengingat", yang terus- menerus mengingatkan para konsumen tentang
sebuah produk pesaingnya ver sehingga mereka akan tetap membeli produk yang
diiklankan tanpa mempedulikan merek pesaingnya.
Menurut (Tjiptono, 2005), pengertian
periklanan adalah:
"Periklanan
adalah suatu bentuk komunikasi tidak langsung yang didasarkan pada kelebihan
dan kekurangan produk Penataan tersebut untuk menciptakan perasaan yang
menyenangkan dan membuat orang berubah pikiran untuk melakukan pembelian,
" Singkatnya, periklanan adalah jenis informasi yang me- nyediakan produk
yang dirilis ke publik melalui media. Menurut (Kasali, 2007). Pada saat yang
sama, menurut terjemahan (Kotler & Keller, Benyamin Molan (Benyamin Molan,
2007), iklan adalah segala bentuk tampilan non-pribadi dan promosi kreativitas,
barang atau jasa sponsor tertentu, dan harus dibayar. Definisi standar dari
periklanan biasanya mengandung enam elemen :
1.
Periklanan
adalah bentuk komunikasi yang dibayar, walaupun beberapa bentuk periklanan seperti
iklan layanan masyarakat, biasanya menggunakan ruang khusus yang gratis.
2.
Selain
pesan yang harus disampaikan harus dibayar, dalam ikian juga terjadi proses
identifikasi sponsor. Iklan bukan hanya menampilkan pesan mengenai kehebatan produk
yang ditawarkan, tapi juga sekaligus menyampaikan pesan agar konsumen sadar
mengenai perusahaan yang memproduksi produk yang ditawarkan.
3.
Upaya
membujuk dan mempengaruhi konsumen.
4.
Periklanan
memerikakan elemen media massa sebagai mel penyampai pesan kepada audiens sasaran.
5.
Perikanan
mempunyai sifat bukan pribadi.
6.
Periklanan
adalah audiens. Dalam iklan harus jelas diem kan kebmpok konsumen yang jadi
sasaran pesan.
Dalam periklanan, berita dengan cepat
tersampaikan kepada konsumen atau khalayak luas. Pesan ini disampaikan melakui
media elektronik (radio, televisi) dan media cetak (surat kabar, majalah, karena
fakta menunjukkan bahwa media seolah-olah mem- pengaruhi perilaku, nilai, dan
niat si pengirim. Dalam komunikasi massa, komunikasi adalah suatu cara untuk
saling menyampa dalam hal ini komunikasi dari produsen ke konsumen. Produsen
atau pengiklan biasanya mengubah paradigma lama dan menempatkan calon konsumen
pada subjek daripada objek. Sekalipun iklan tersebut sebenarnya dibuat untuk
kepentingan produsen, namun justru sebaliknya iklan tersebut ditujukan untuk
konsumen.
Dalam
perspektif periklanan, periklanan berbeda dengan iklan, yang mana iklan adalah
suatu informasi yang disampaikan kepada konsumen secara lisan maupun visual
Singkatan periklanan diartikan sebagai berita yang menyediakan produk kepada
publik melalui media". Pada dasarnya tujuan tunggal dan periklanan adalah
untuk menjual produk, jasa atau ide, atau tujuan sebenarnya adalah komunikasi
yang efektif, dimana efek akhir dari periklanan adalah untuk merubah sikap atau
perilaku penerima pesan.
Daniel Chandler mengatakan: "The
shortest definition is that it is the study of signs" (definisi singkat
semiotika adalah ilmu tentang tanda-tanda). Ada juga yang menyatakan: "The
study of how a society produces meanings and values in a communication system
is called semiotics from the Greek term semion, sign". Studi tentang
bagaimana masyarakat memproduksi makna dan nilai-nilai dalam sebuah sistem
komunikasi disebut semiotika dari kata seemion istilah Yunani, yang berarti
"tanda". Disebut juga sebagai semeiotikos yang berarti "teori
tanda". Menurut Paul Colbey, kata dasar semiotika diambil dari kata dasar
Seme (Yunani) yang berarti "penafsir tanda" (Rusmana, 2005: 4).
Menurut John Fiske, semiotika adalah
studi tentang pertanda dan makna dari sistem tanda; ilmu tentang tanda, tentang
bagaimana makna dibangun dalam "teks" media; atau studi tentang
bagaimana tanda dari jenis karya apa pun dalam masyarakat yang mengomunikasikan
makna (John Fiske, 2007: 282). Preminger berpendapat bahwa semiotika adalah
ilmu tentang tanda-tanda. Ilmu yang menganggap bahwa fenomena sosial/masyarakat
dan kebudayaan itu merupakan tanda-tanda, semiotik mempelajari sistem-sistem,
aturan-aturan, konvensi-konvensi yang memungkinkan tanda-tanda tersebut
mempunyai arti (Pradopo, 2003: 119).
Menurut
Culler (1981), semiotika adalah instrumen pembuka rahasia teks dan penandaan
karena semiotika adalah puncak logis dari apa yang disebut Derrida sebagai
"logosentrisme" budaya Barat, yaitu rasionalitas yang memperlakukan
makna sebagai konsep atau representasi logis yang merupakan fungsi tanda
sebagai ekspresi (dalam Kurniawan, 2001: 12). Dari beberapa pengertian
tersebut, dapat dikatakan bahwa semiotika adalah ilmu tentang tanda dan
merupakan cabang filsafat yang mempelajari dan menelaah "tanda".
Tanda sendiri dapat diartikan sebagai sesuatu jika merujuk pada filsafat tanda
disebut sebagai thing atau entity. Sesuatu bisa dikatakan sebagai tanda jika
dibalik sesuatu itu ada yang namanya meaning, sedangkan meaning sendiri dapat
berupa makna, arti, kesan, persepsi, konsep, dan lain-lain. Semiotika sering
diartikan sebagai ilmu signifikansi, dipelopori oleh dua orang, yaitu:
1. ahli linguistik Swiss, Ferdinand de
Saussure (1857-1913);
3.
seorang
filsuf pragmatisme Amerika yaitu Charles Sanders Peirce (1839-1914).
Kedua tokoh tersebut mengembangkan ilmu
semiotika secara terpisah dan tidak mengenal satu sama lain. Saussure di Eropa,
sedangkan Peirce di Amerika Serikat. Latar belakang keilmuan Saussure adalah
linguistik, sedangkan Peirce filsafat. Saussure menyebut ilmu yang
dikembangkannya semiologi (semiology). Semiologi menurut Saussure didasarkan
pada anggapan bahwa selama perbuatan dan tingkah laku manusia membawa makna
atau selama berfungsi sebagai tanda, harus ada di belakangnya sistem perbedaan
dan konvensi yang memungkinkan makna itu. Di mana ada tanda, di sana ada sistem
(Hidayat, 1998: 26 dalam Zulkarnain Yani). Pada analisis kali ini saya
menggunakan teori semiotika Rolland Barthes.
Menurut Barthes, semiologi hendak
mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things).
Memaknai dalam hal ini tidak dapat disamakan dengan mengomunikasikan. Memaknai
berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana
objek-objek itu hendak berkomuikasi, tetapi juga mengonstitusi sistem
terstruktur dari tanda. Dengan demikian, Barthes melihat signifikansi sebagai
sebuah proses yang total dengan suatu susunan yang sudah terstruktur. Signifikansi
tak terbatas pada bahasa, tetapi juga pada hal-hal lain di luar bahasa. Barthes
menganggap kehidupan sosial sebagai sebuah signifikansi. Dengan kata lain,
kehidupan sosial, apa pun bentuknya, merupakan suatu sistem tanda tersendiri
(Kurniawan, 2001: 53). Selanjutnya, Barthes (1957 dalam de Saussure yang
dikutip Sartini) menggunakan teori signifiant - signifie yang dikembangkan
menjadi teori tentang metabahasa dan konotasi. Istilah signifiant menjadi
ekspresi (E) dan signifie menjadi isi (C). Namun, Barthes mengatakan bahwa
antara E dan C harus ada relasi (R) tertentu sehingga membentuk tanda (sign,
Sn). Konsep relasi ini membuat teori tentang tanda lebih mungkin berkembang
karena relasi ditetapkan oleh pemakai tanda. Menurut Barthes, ekspresi dapat
berkembang dan membentuk tanda baru sehingga ada lebih dari satu dengan isi
yang sama. Pengembangan ini disebut sebagai gejala metabahasa dan membentuk apa
yang disebut kesinoniman (synonymy) (Ni Wayan Sartini). Sebagaimana pandangan
Saussure, Barthes juga meyakini bahwa hubungan antara penanda dan petanda tidak
terbentuk secara alamiah, melainkan bersifat arbiter. Bila Saussure hanya
menekankan pada penandaan dalam tataran denotatif, Roland Barthes
menyempurnakan semiologi Saussure dengan mengembangkan sistem penandaan pada
tingkat konotatif. Barthes juga melihat aspek lain dari penandaan, yaitu
"mitos" yang menandai suatu masyarakat.
Keterangan gambar:
Dari peta Barthes di atas terlihat bahwa
tanda denotatif (3) terdiri atas penanda (1) dan petanda (2). Akan tetapi, pada
saat bersamaan, tanda denotatif adalah juga penanda konotatif (4). Denotast
dalam pandangan Barthes merupakan tataran pertama yang maknanya bersifat
tertutup. Tataran denotasi menghasilkan makna yang eksplisit, langsung dan pasti.
Denotasi merupakan makna yang sebenar-benarnya, yang disepakati bersama secara
sosial, yang rujukannya pada realitas. Sementara itu, tanda konotatif merupakan
tanda yang penandanya mempunyai keterbukaan makna atau makna yang implisit,
tidak langsung. dan tidak pasti, artinya terbuka kemungkinan terhadap
penafsiran- penafsiran baru. Dalam semiologi Barthes, denotasi merupakan sistem
signifikansi tingkat pertama, sedangkan konotasi merupakan sistem signifikansi
tingkat kedua. Denotasi dapat dikatakan merupakan makna objektif yang tetap,
sedangkan konotasi merupakan makna subjektif dan bervariasi. Contohnya jika
kita membaca kalimat seperti Mawar sebagai Bunga Desa, secara denotasi orang
akan memaknai bahwa mawar adalah bunga yang tumbuh di desa, tetapi secara
konotasi maknanya berubah bunga berarti seorang gadis dan Mawar adalah nama
gadis tersebut. Bunga dan gadis awalnya tidak ada hubungannya sama sekali,
tetapi dapat diinterpretasikan memiliki sifat kesamaan yaitu cantik atau indah.
Contoh lainnya, yaitu penjahat itu dibawa ke meja hijau. Secara konotatif meja
hijau berarti "pengadilan". Dalam kerangka Barthes, konotasi identik
dengan operasi ideologi, yang disebutnya sebagai 'mitos' dan berfungsi untuk
mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku
dalam suatu periode tertentu. Di dalam mitos juga terdapat pola tiga dimensi
penanda, petanda, dan tanda. Namun sebagai suatu sistem yang unik, mitos
dibangun oleh suatu rantai pernaknaan yang telah ada sebelumnya atau dengan kata
lain, mitos adalah juga suatu sistem pemaknaan tataran kedua. Di dalam mitos
pula sebuah petanda dapat memiliki beberapa penanda (Budiman, 2001: 28, dalam
Sobur, 2004: 71).
Mitos dalam pandangan Barthes berbeda
dengan konsep mitos dalam arti umum, Barthes mengemukakan mitos adalah Bahasa.
Maka, mitos adalah sebuah sistem komunikasi dan mitos adalah sebuah pesan.
Dalam uraiannya, ia mengemukakan bahwa mitos dalam pengertian khusus ini
merupakan perkembangan dari konotasi.
Konotasi yang sudah terbentuk lama di
masyarakat itulah mitos. Barthes juga mengatakan bahwa mitos merupakan sistem
semiologis, yakni sistem tanda-tanda yang dimaknai manusia (Hoed, 2008: 59).
Mitos dapat dikatakan sebagai produk kelas sosial yang sudah memiliki suatu
dominasi. Mitos Barthes dengan sendirinya berbeda dengan mitos yang kita anggap
takhayul, tidak masuk akal, ahistoris dan lain-lain, tetapi mitos menurut
Barthes sebagai Type of speech (Gaya bicara) seseorang.
Ciri-ciri Mitos Menurut Roland Barthes :
1) Deformatif, Barthes menerapkan
unsur-unsur Saussure menjadi form (signifier), concept (signified). la
menambahkan signification yang merupakan hasil dari hubungan kedua unsur tadi.
Signification inilah yang menjadi mitos yang mendistorsi makna sehingga tidak
lagi mengacu pada realita yang sebenarnya. Pada mitos, form dan concept harus
dinyatakan. Mitos tidak disembunyikan; mitos berfungsi mendistorsi, bukan untuk
menghilangkan. Dengan demikian, form dikembangkan melalui konteks linear (pada
bahasa) atau multidimensi (pada gambar). Distorsi hanya mungkin terjadi apabila
makna mitos sudah terkandung di dalam form.
2) Intensional. Mitos merupakan salah
satu jenis wacana yang dinyatakan secara intensional. Mitos berakar dari konsep
historis. Pembacalah yang harus menemukan mitos tersebut.
3) Motivasi. Bahasa bersifat arbitrer,
tetapi kearbitreran itu mempunyai batas, misalnya melalui afiksasi,
terbentuklah kata-kata turunan: baca membaca dibaca terbaca pembacaan.
Sebaliknya, makna mitos tidak arbitrer, selalu ada motivasi dan analogi.
Penafsir dapat menyeleksi motivasi dari beberapa kemungkinan motivasi. Mitos
bermain atas analogi antara makna dan bentuk. Analogi ini bukan sesuatu yang
alami, tetapi bersifat historis (Barthes, dalam Irzi Susanto,
https://staff.ui.ac.id/system/files/users/irzantisutanto/publication/metodesemiotika.pdf,
diakses pada tanggal 11 September 2022 pukul 17.40).
Contoh-contoh Mitos dalam Pandangan
Roland Barthes
Anggur (wine) menurut Barthes dalam
ekspresi lapis pertama bermakna "minuman berakohol yang terbuat dari buah
anggur", namun pada lapisan kedua anggur dimaknai sebagai suatu ciri
"keprancisan" yang diberikan masyarakat dunia pada jenis minuman ini,
orang selalu menganggap Wine ya Prancis, padahal banyak negara lain juga
memproduksi minuman sejenis. Dengan contoh ini, Barthes ingin memperlihatkan
bahwa gejala suatu budaya dapat memperoleh konotasi sesuai dengan sudut pandang
suatu masyarakat. Jika konotasi itu sudah mantap, ia menjadi mitos, sedangkan
mitos yang sudah mantap akan menjadi ideologi (Barthes dalam Rusmana, 2005). Rumusan
tentang signifikansi dan mitos dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Dari gambar di atas dapat dijelaskan
bahwa signifikansi tahap pertama merupakan hubungan antara signifier dan
signified yang disebut denotasi, yaitu makna sebenarnya dari tanda. Sementara
itu, pada signifikansi tahap kedua, digunakan istilah "konotasi",
yaitu makna yang subjektif atau paling tidak intersubjektif yang berhubungan
dengan isi, tanda bekerja melalui "mitos". Mitos merupakan lapisan
petanda dan makna yang paling dalam.
Kode Semiotika Rolland Barthes
Selain teori signifikansi dua tahap dan
mitologi, Rolland Barthes dalam bukunya yang berjudul S/Z mengemukakan lima
jenis kode yang lazim beroperasi dalam suatu teks. Ini juga sebagai metode
lainnya dalam menganalisis sebuah teks.
a. Kode Hermeneutik
Di bawah kode hermeneutik, orang akan
mendaftar beragam istilah (formal) yang berupa sebuah teka-teki (enigma) dapat
dibedakan, diduga, diformulasikan, dipertahankan, dan akhirnya disingkapi Kode
ini disebut pula sebagai suara kebenaran (The Voice of Truth).
b. Kode Proairetik
Kode proairetik merupakan tindakan
naratif dasar (basic narrative action) yang tindakan-tindakannya dapat terjadi
dalam berbagai sikuen yang mungkin diindikasikan. Kode ini disebut pula sebagai
suara empirik.
c. Kode Budaya
Kode budaya merupakan referensi kepada
sebuah ilmu atau lembaga ilmu pengetahuan. Biasanya orang mengindikasikan
kepada tipe pengetahuan (fisika, fisiologi, psikologi, sejarah termasuk
arsitektur) dan mencoba untuk mengonstruksikan sebuah budaya yang berlangsung
pada satu kurun waktu tertentu yang berusaha untuk diekspresikan. Kode ini
disebut pula sebagai suara ilmu.
d. Kode Semik
Kode semik merupakan sebuah kode
relasi-penghubung (medium- relatic code) yang merupakan konotasi dari orang,
tempat, objek yang petandanya adalah sebuah karakter (sifat, atribut,
predikat).
e. Kode Simbolik
Tema merupakan sesuatu yang bersifat
tidak stabil dan tema ini dapat ditentukan dan beragam bentuknya sesuai dengan
pendekatan sudut pandang (perspektif) pendekatan yang dipergunakan (Kurniawan,
2001: 69). Penelitian semiotika yang menggunakan analisis semiotika dari Roland
Barthes dapat menerapkan analisis Barthes yang mana saja disesuaikan dengan
kebutuhan dalam penelitian tersebut.
BAB III
Analisis Iklan
Sumber: https://images.app.goo.gl/6An68grfTswNa1cW8
Objek iklan pada iklan layanan
masyarakat cegah stunting pada anak adalah stunting. Stunting adalah kondisi
gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi
dalam waktu yang lama. Stunting dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan,
termasuk gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak. Iklan layanan masyarakat
tersebut menggunakan objek iklan tersebut untuk menyampaikan pesan kepada
masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Iklan tersebut menunjukkan
bahwa stunting dapat dicegah dengan pemenuhan gizi yang baik, terutama pada ibu
hamil dan anak. Berikut adalah beberapa contoh manfaat spesifik dari adanya
iklan layanan masyarakat tentang cegah stunting pada anak:
A.
Menurunkan
angka stunting di Indonesia
Iklan layanan masyarakat dapat membantu
menurunkan angka stunting di Indonesia. Iklan tersebut dapat meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang stunting dan pentingnya pencegahan stunting. Hal
ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan ibu hamil
dan anak, termasuk dalam pemenuhan gizi.
B.
Meningkatkan
kualitas hidup anak
Stunting dapat menyebabkan berbagai
masalah kesehatan, termasuk gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak. Iklan
layanan masyarakat dapat membantu mencegah stunting, sehingga dapat
meningkatkan kualitas hidup anak.
C.
Meningkatkan
produktivitas masyarakat
Anak yang stunting cenderung memiliki
produktivitas yang lebih rendah di masa dewasa. Iklan layanan masyarakat dapat
membantu mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan produktivitas
masyarakat.
Secara umum, iklan layanan masyarakat
tentang cegah stunting pada anak dapat memberikan manfaat yang positif bagi
masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan stunting.
B.
Menganalisis
Teks Dalam Iklan
1.
Teks
dalam Arti Kiasan
Kiasan
"Stunting"
Kiasan
"stunting" digunakan untuk menggambarkan permasalahan gizi yang
dialami oleh anak-anak di Indonesia. Stunting merupakan masalah kesehatan yang
serius, karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan
pertumbuhan dan perkembangan otak.
Pemerintah
Indonesia telah menetapkan target untuk menurunkan angka stunting di Indonesia
menjadi 14% pada tahun 2024. Namun, target tersebut belum tercapai. Salah satu
penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang stunting.
Kiasan
"Cegah"
Kiasan
"cegah" digunakan untuk menggambarkan upaya untuk mengatasi
permasalahan stunting di Indonesia. Stunting dapat dicegah dengan pemenuhan
gizi yang baik, terutama pada ibu hamil dan anak.
Iklan
layanan masyarakat "Cegah Stunting pada Anak" menekankan pentingnya
pemenuhan gizi untuk mencegah stunting. Iklan tersebut juga mendorong
masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting.
Kiasan
"Anak"
Kiasan
"anak" digunakan untuk menggambarkan generasi penerus bangsa.
Anak-anak merupakan generasi yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan anak-anak, termasuk mencegah
stunting.
Iklan
layanan masyarakat "Cegah Stunting pada Anak" mengingatkan masyarakat
bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Dengan mencegah stunting, kita
dapat membantu mempersiapkan generasi penerus bangsa yang sehat dan
berkualitas.
2.
Teks
dalam Arti Sebenarnya
Kata
"Stunting"
Kata
"stunting" secara denotatif berarti kondisi gagal pertumbuhan pada
anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
Kata
"Cegah"
Kata
"cegah" secara denotatif berarti mencegah sesuatu agar tidak terjadi.
Kata
"Anak"
Kata
"anak" secara denotatif berarti manusia yang belum dewasa.
Berdasarkan
makna denotatif, teks "Cegah Stunting pada Anak" dapat diartikan
sebagai berikut:
Cegah
kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat
kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
Arti
denotatif ini dapat diartikan secara lebih sederhana sebagai berikut:
Cegah agar
anak-anak tidak tumbuh pendek dan tidak memiliki perkembangan otak yang optimal
akibat kekurangan gizi.
C.
Mengelompokkan
Teks dan Citra yang Ada Berdasarkan Ikon, Indeks, dan Simbol
1.
Berdasarkan
Ikon
Upaya
klasifikasi yang dilakukan oleh Peirce terhadap tanda memiliki kekhasan meski
tidak bisa dibilang sederhana. Peirce membedakan tipe tipe tanda menjadi: Ikon
(icon), Indeks (index) dan Simbol (symbol) yang didasarkan atas relasi di
antara representamen dan objeknya.
(1)
Ikon
adalah tanda yang mengandung kemiripan 'rupa' sehingga tanda itu mudah dikenali
oleh para pemakainya. Di dalam ikon hubungan antara representamen dan objeknya
terwujud sebagai kesamaan dalam beberapa kualitas. Contohnya sebagian besar
rambu lalu lintas merupakan tanda yang ikonik karena 'menggambarkan' bentuk
yang memiliki kesamaan dengan objek yang sebenarnya. Pada iklan layanan
masyarakat cegah stunting pada anak terdapat ikon yang melihatkan seorang ayah
yang sedang mengukur tinggi anaknya. Berikut maknanya :
Ayah
Ayah secara
denotatif adalah laki-laki yang berperan sebagai kepala keluarga. Dalam konteks
iklan layanan masyarakat ini, ayah berperan sebagai sosok yang bertanggung
jawab untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak.
Mengukur
tinggi
Mengukur
tinggi secara denotatif adalah tindakan untuk menentukan tinggi seseorang.
Dalam konteks iklan layanan masyarakat ini, mengukur tinggi anak merupakan
salah satu cara untuk mengetahui apakah anak tersebut mengalami stunting atau
tidak. Ikon ini merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pesan kepada
masyarakat bahwa ayah memiliki peran penting dalam pencegahan stunting. Ayah
dapat berperan dengan memastikan bahwa ibu hamil dan anak mendapatkan asupan
gizi yang baik.
(2)
Berdasarkan
Indeks
Indeks
adalah tanda yang memiliki keterkaitan fenomenal atau eksistensial di antara
representamen dan objeknya. Di dalam indeks hubungan antara tanda dengan
objeknya bersifat kongkret, aktual dan biasanya melalui suatu cara yang
sekuensial atau kausal. Contoh jejak telapak kaki di atas permukaan tanah,
misalnya, merupakan indeks dari seseorang atau binatang yang telah lewat di
sana, ketukan pintu seorang tamu' di rumah kita.
Indeks ikon
seorang ayah yang sedang mengukur tinggi anaknya
Ikon ini
merupakan indeks dari peran ayah dalam pencegahan stunting. Ayah dapat berperan
dengan memastikan bahwa ibu hamil dan anak mendapatkan asupan gizi yang baik.
Dengan mengukur tinggi anak secara rutin, masyarakat dapat mengetahui apakah
anak tersebut mengalami stunting atau tidak.
Ikon ini
dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran ayah dalam
pencegahan stunting. Ayah merupakan sosok yang penting dalam keluarga, sehingga
peran mereka dalam pencegahan stunting juga sangat penting.
Indeks
gambar makanan bergizi
Gambar ini
merupakan indeks dari pentingnya pemenuhan gizi untuk mencegah stunting.
Makanan bergizi mengandung zat-zat penting yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan
anak untuk tumbuh kembang yang optimal.
Indeks ini
dapat membantu masyarakat untuk memahami pentingnya pemenuhan gizi untuk
mencegah stunting. Masyarakat dapat melihat dengan jelas jenis-jenis makanan
bergizi yang dapat dikonsumsi untuk mencegah stunting.
(3)
Berdasarkan
Simbol
Simbol,
merupakan jenis tanda yang bersifat abriter dan konvensional sesuai kesepakatan
atau konvensi sejumlah orang atau masyarakat. Tanda-tanda kebahasaan pada
umumnya adalah simbol-simbol Tak sedikit dari rambu lalu lintas contohnya
adalah rambu lalu lintas yang sangat sederhana ini.
Gambar
makanan bergizi pada iklan layanan masyarakat tersebut merupakan salah satu
cara untuk menyampaikan pesan bahwa stunting dapat dicegah dengan pemenuhan
gizi yang baik, terutama pada ibu hamil dan anak.
Gambar
tersebut dapat membantu masyarakat untuk memahami pentingnya pemenuhan gizi
untuk mencegah stunting. Masyarakat dapat melihat dengan jelas jenis-jenis
makanan bergizi yang dapat dikonsumsi untuk mencegah stunting.
Gambar ibu sedang menyusui pada iklan layanan
masyarakat tersebut merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pesan bahwa
ASI adalah salah satu faktor penting untuk mencegah stunting.
Gambar
tersebut dapat membantu masyarakat untuk memahami pentingnya menyusui untuk
mencegah stunting. Masyarakat dapat melihat dengan jelas bagaimana ibu menyusui
memberikan ASI kepada anaknya. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan
oleh bayi untuk tumbuh kembang yang optimal. Zat-zat gizi tersebut antara lain
protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Dengan menyusui, bayi dapat
memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang yang optimal.
Hal ini dapat membantu mencegah stunting.
Gambar
jarum suntik pada iklan layanan masyarakat tersebut merupakan salah satu cara
untuk menyampaikan pesan bahwa imunisasi merupakan salah satu faktor penting
untuk mencegah stunting.
Gambar
tersebut dapat membantu masyarakat untuk memahami pentingnya imunisasi untuk
mencegah stunting. Masyarakat dapat melihat dengan jelas bagaimana jarum suntik
digunakan untuk memberikan imunisasi kepada bayi dan anak.
Gambar
sedang mencuci tangan pada iklan layanan masyarakat tersebut merupakan salah
satu cara untuk menyampaikan pesan bahwa mencuci tangan merupakan salah satu
faktor penting untuk mencegah stunting.
Gambar
tersebut dapat membantu masyarakat untuk memahami pentingnya mencuci tangan
untuk mencegah stunting. Masyarakat dapat melihat dengan jelas bagaimana
mencuci tangan dilakukan.
Gambar alat
timbangan pada iklan layanan masyarakat tersebut merupakan salah satu cara
untuk menyampaikan pesan bahwa pengukuran tinggi badan dan berat badan merupakan
salah satu faktor penting untuk mencegah stunting. Pengukuran tinggi badan dan
berat badan merupakan salah satu cara untuk mendeteksi stunting. Dengan
mengukur tinggi badan dan berat badan secara rutin, masyarakat dapat mengetahui
apakah anak mereka mengalami stunting atau tidak.
Stunting merupakan masalah kesehatan
yang serius yang dapat berdampak pada kualitas hidup anak. Stunting merupakan
kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan
gizi dalam waktu yang lama. Stunting dapat menyebabkan berbagai masalah
kesehatan, termasuk gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak. Ada berbagai
faktor yang dapat menyebabkan stunting. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan
stunting antara lain:
*Kekurangan gizi pada ibu hamil dan anak
*Kurang asupan makanan bergizi
*Penyakit infeksi
*Lingkungan yang tidak sehat
Stunting
dapat dicegah dengan berbagai cara, antara lain:
* Pemberian makanan bergizi, terutama
pada ibu hamil dan anak
*
Imunisasi
*
Mencuci tangan secara rutin
*
Pengukuran tinggi badan dan berat badan secara rutin
Dengan memahami generalisasi atau makna
umum dari analisis iklan layanan masyarakat cegah stunting pada anak,
diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pencegahan stunting dan
dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah stunting.
Iklan layanan masyarakat tersebut
menyampaikan pesan bahwa stunting merupakan masalah kesehatan yang serius yang
dapat berdampak pada kualitas hidup anak. Iklan tersebut juga menyampaikan
pesan bahwa stunting dapat dicegah dengan berbagai cara, antara lain:
* Pemberian makanan bergizi, terutama
pada ibu hamil dan anak
*
Imunisasi
*
Mencuci tangan secara rutin
*
Pengukuran tinggi badan dan berat badan secara rutin
Iklan tersebut menggunakan simbol-simbol
yang mudah dipahami oleh masyarakat, seperti gambar makanan bergizi, gambar ibu
menyusui, gambar jarum suntik, gambar orang mencuci tangan, dan gambar alat
timbangan. Iklan tersebut menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh
masyarakat, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh
masyarakat. Secara keseluruhan, iklan layanan masyarakat cegah stunting pada
anak tersebut dinilai efektif untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya
pencegahan stunting. Iklan tersebut memiliki pesan yang jelas dan informatif,
menggunakan simbol-simbol yang mudah dipahami, dan menggunakan bahasa yang
mudah dipahami. Berikut adalah beberapa saran untuk meningkatkan efektivitas
iklan layanan masyarakat cegah stunting pada anak, yaitu:
Iklan tersebut dapat disiarkan lebih
sering, terutama di media televisi yang memiliki jangkauan yang luas.
Iklan tersebut dapat dikemas dengan
lebih menarik, sehingga masyarakat lebih tertarik untuk menontonnya. Dengan
menerapkan saran-saran tersebut, diharapkan iklan layanan masyarakat cegah
stunting pada anak dapat lebih efektif dalam menyampaikan pesan tentang
pentingnya pencegahan stunting dan dapat mendorong masyarakat untuk mengambil
tindakan yang tepat untuk mencegah stunting.
Sumber foto iklan : https://images.app.goo.gl/6An68grfTswNa1cW8
PT. RajaGrafindo Persada., Dr. Nawiroh
Vera, M.Si. SEMIOTIKA DALAM RISET KOMUNIKASI, 2022, Hal. 59
Ralph S. Alexander, ed, Marketing
Definition, American Marketing Assocation, Chicago, 1965. PT. RajaGrafindo
Persada., Dr. Nawiroh Vera, M.Si. SEMIOTIKA DALAM RISET KOMUNIKASI, 2022, Hal.
59
PT. RajaGrafindo Persada., Dr. Nawiroh
Vera, M.Si. SEMIOTIKA DALAM RISET KOMUNIKASI, 2022, Hal. 2
RajaGrafindo Persada., Dr. Nawiroh Vera,
M.Si. SEMIOTIKA DALAM RISET KOMUNIKASI, 2022, Hal. 35-40
Sobur, Alex. 2020. Semiotika Komunikasi.
Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.
Jakarta: Mitra Wacana Media., Indiwan
Seto Wahyu Wibowo, 2013, Hal.18
http://e-journal.uajy.ac.id/1577/3/2EM16385.pdf






.jpeg)
.jpeg)
Sangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapusterimakasih untuk ilmunya
BalasHapustrmksh,, sangat bermanfaat
BalasHapuswah sangat bermanfaat sekalii, terimakasih ilmunya!!
BalasHapusIlmu yang sangat bermanfaat. Terima kasih.
BalasHapusMateri yang ditampilkan sangat bermanfaat, terimakasih atas ilmunya
BalasHapusanalisisnya detail bagus
BalasHapuspenulisannya detail dan yang dijelaskan mudah dipahami , sekian
BalasHapuskerennn bgt!! mudah di pahamii
BalasHapusWow keren anat
BalasHapussangat bermanfaatt, penjelasan rinciii๐๐ป
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBermanfaat sekali ilmunya, terima kasih๐๐ป
BalasHapusmateri nya sangat mudah di pahami dan sangat bermanfaat ๐๐ป๐๐ป
BalasHapusDetail dan tersusun baik, terimakasih info nya
BalasHapusmateri bisa dipahami dengan baik
BalasHapuspenulisan menggunakan tata ejaan yang mudah di pahami oleh pembaca, pemilihan konjungsi bagus dan tidak menimbulkan ambiguitas.
BalasHapusjadi nambah ilmu deh, thanks
BalasHapusSangat membantuu๐๐
BalasHapusmaterinya sangat mudah dipahami
BalasHapusmakasih ilmu nya kaak, bermanfaat sekalii
BalasHapusMateri nya sangat mudah di pahami, dan sangat bermanfaat. Terimakasih
BalasHapusmateri bisa dipahami dengan baik๐
BalasHapuskereen, bermanfat sekali
BalasHapusinformatif sekaliii, hebaatt!! semangat terus yaa!!
BalasHapuswah sangat bermanfaat dan sangat mengedukasi
BalasHapusjelas bangett, terimakaish ya
BalasHapusBermanfaat sekali..terimakasih
BalasHapusWahhhh kere sekali
BalasHapusSangat sangat bermanfaat sekali
BalasHapusbermanfaat bgt ka๐
BalasHapuskeren
BalasHapusbagus banget ka
BalasHapus